PERSAHABATAN
Apa yang kita alami demi teman kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasai cobaan bahkan bertumbuh bersama karenanya.
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabat.
Persahabatan di warnai berbagai pengalaman suka dan duka, di hibur - di sakiti, di perhatikan – di kecewakan, di dengar- di abaikan, di bantu – di tolak, namun semua itu tidak pernah sengaja di lakukan dengan tujuan kebencian.
Persahabatan tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasih ia memberanikan diri untuk menegur apa adanya.
Persahabatan tidak membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Persahabatan membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, bukan pada saat membutuhkan bantuannya barulah memiliki motivasi mencari perhatian dan pertolongan, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang di butuhkan.
Seorang Sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.. (Amsal 17:17)